Desa Anrang, Bulukumba — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Nalar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup melalui pengembangan Kebun Literasi Rumah Nalar yang mengintegrasikan konsep konservasi, agroliterasi, dan ekoliterasi.
Program ini terlaksana berkat dukungan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Program FOLU Net Sink 2030. Dukungan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas gerakan pelestarian lingkungan yang telah dirintis Rumah Nalar sejak tahun 2021.
Pada awalnya, Kebun Literasi Rumah Nalar dibangun sebagai media pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga alam. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menanam, merawat, dan mempelajari berbagai jenis tanaman sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan sekaligus penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Saat kesempatan pengajuan proposal Program FOLU Net Sink 2030 dibuka, Rumah Nalar mengusulkan pengembangan kawasan konservasi pada dua lokasi, yaitu kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Dusun Batang-Batang Desa Anrang dan kawasan Kebun Literasi Rumah Nalar yang mencakup sempadan sungai serta area kebun literasi.
Melalui program ini, Rumah Nalar mengajukan penanaman lebih dari 1.000 pohon pada lahan seluas lebih dari dua hektar. Bibit yang ditanam terdiri atas berbagai jenis tanaman produktif dan tanaman penghijauan yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang.
Selain pengadaan bibit, program ini juga memperoleh dukungan berupa 250 sak pupuk kompos berbahan dasar kotoran kambing, bantuan peralatan sederhana untuk mendukung kegiatan lapangan, serta dukungan upah harian bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembersihan lahan, penanaman, dan perawatan tanaman.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai bulan April hingga akhir Juni 2026. Tahap awal diawali dengan pembersihan lahan menggunakan mesin pemotong rumput, parang, dan gergaji pada dua lokasi yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilakukan penanaman dengan pola jarak tanam sekitar 7 meter untuk tanaman produktif dan 2 meter untuk tanaman penghijauan.
Sebanyak 35 orang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Penerima manfaat kelompok meliputi Kelompok Tani Hutan Lembang Baruttung, Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang, serta para petani Desa Anrang. Sementara penerima manfaat individu berasal dari Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Bulukumba, Ketua Kelompok Tani Hutan Lembang Baruttung, Ketua Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang, serta perwakilan petani dan komunitas Desa Anrang.
Sebagai penutup kegiatan, Rumah Nalar menyelenggarakan sosialisasi lingkungan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan sumber daya alam. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan upaya pelestarian lingkungan sehingga pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Rumah Nalar meyakini bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kelestarian alam sebagai warisan bersama. Melalui Kebun Literasi Rumah Nalar, semangat belajar, bertani, dan melestarikan lingkungan terus ditanamkan kepada masyarakat sebagai investasi sosial dan ekologis untuk masa depan.


