Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Rumah Nalar Hadiri Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Komunitas Sastra 2025

Selasa, 25 November 2025 | November 25, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-29T13:34:10Z

Dalam kesempatan yang baik ini, Rumah Nalar menghadiri undangan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra pada kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Sastra Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta, 25–28 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penerima fasilitasi komunitas sastra dari berbagai provinsi di Indonesia, para pendamping dari Balai Bahasa, serta panelis yang ditugaskan untuk menilai keberhasilan dan dampak program fasilitasi sepanjang tahun 2025.

Salah satu agenda utama adalah presentasi hasil kegiatan. Setiap komunitas diberikan kesempatan untuk memaparkan proses, capaian, serta dampak program di hadapan panelis dan peserta lain. Suasana ruang presentasi terasa hidup karena begitu banyak ide, pengalaman, dan praktik baik yang dibagikan secara terbuka oleh para penggerak sastra dari seluruh Indonesia.

Rumah Nalar sendiri memaparkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk dokumentasi kegiatan, penerbitan karya, serta aktivitas pemberdayaan masyarakat melalui literasi dan sastra. Dalam sesi tanya-jawab, salah satu panelis menanyakan bentuk keberlanjutan kegiatan Rumah Nalar jika suatu hari tidak lagi mendapatkan fasilitasi pemerintah. Rumah Nalar menegaskan bahwa kegiatan akan tetap berjalan karena ditopang oleh gerakan sukarelawan, jejaring lokal, serta komitmen komunitas untuk menghadirkan pendidikan literasi di desa melalui pendekatan kearifan lokal.

Hal menarik lainnya adalah banyaknya buku sastra yang dihasilkan oleh komunitas-komunitas sastra tahun ini. Setiap peserta membawa pulang inspirasi baru setelah melihat beragam naskah, antologi, riset, dan karya kreatif yang lahir dari fasilitasi pemerintah.

Selain evaluasi substansi dan administrasi, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi pemanfaatan bantuan, penggunaan aplikasi, hingga penyempurnaan juknis program. Di luar sesi formal, tercipta suasana akrab antar peserta. Pertemuan ini melahirkan jejaring komunikasi baru berupa jaringan komunitas sastra Indonesia yang ke depan diharapkan menjadi sarana kolaborasi dan pertukaran program antar daerah.

Kehadiran Rumah Nalar dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga kesempatan memperkuat posisi komunitas sebagai penggerak literasi berbasis masyarakat. Melalui jejaring baru dan wawasan yang diperoleh, Rumah Nalar semakin mantap melanjutkan komitmen memajukan sastra, budaya lokal, dan pendidikan literasi di Bulukumba.

×
Berita Terbaru Update