Kegiatan Sastra Berjejak 2025 yang diselenggarakan oleh Rumah Nalar tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga menjadi perjalanan kolektif dalam merawat ingatan, menghidupkan tradisi, serta memperkuat ekosistem sastra di Desa Anrang dan Bulukumba pada umumnya. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak riset cerita rakyat, penulisan, pelatihan dramatisasi, hingga pementasan dan lomba-lomba, kami menyaksikan antusiasme yang sangat besar dari peserta, penutur cerita, penulis, panitia, dan masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan semangat berkarya, Rumah Nalar memberikan apresiasi dalam berbagai kategori. Penghargaan diberikan kepada peserta terbaik dan peserta favorit dari dua cabang lomba yang dilaksanakan, yaitu Lomba Mendongeng serta Lomba Cipta dan Baca Puisi. Penghargaan ini adalah wujud dukungan kami bagi generasi muda yang berani tampil, bercerita, dan merayakan identitas budaya mereka.
Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada para penutur cerita rakyat yang menjadi sumber utama kekayaan pengetahuan lokal. Dari merekalah tradisi tutur tetap hidup. Mereka adalah penjaga memori desa, penghubung masa lalu dan masa kini. Melalui kegiatan ini, tradisi tersebut diolah kembali dalam bentuk teks melalui buku Sastra Berjejak, sebagai upaya alih wahana dari lisan ke tulisan agar ingatan kolektif tetap lestari.
Tidak kalah penting, penghargaan juga diberikan kepada tim penulis yang bekerja intens selama masa penulisan, serta kepada panitia dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Tanpa dukungan penuh dari seluruh pihak, kegiatan ini tidak mungkin berlangsung dengan baik.
Apresiasi ini bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi bagian dari komitmen bersama untuk merawat tradisi sastra, menguatkan ingatan budaya, serta menumbuhkan semangat harmonis yang menyatukan generasi—baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Pementasan teater, buku cerita rakyat, dan dokumentasi kegiatan menjadi bukti bahwa sastra dapat menjadi jembatan antara pengalaman kolektif dan kreativitas modern.
Melalui Sastra Berjejak 2025, kami berharap Rumah Nalar terus menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, dan ruang bersama bagi siapa pun yang ingin merawat identitas budaya melalui sastra. Semoga semangat ini terus mengalir dan memberi jejak kebaikan bagi desa, bagi masyarakat, dan bagi kebudayaan kita.