Di balik setiap kegiatan besar yang sukses, selalu ada perjuangan panjang yang terorganisir. Begitu pula dengan Kaluku 5, sebuah mahakarya kegiatan tingkat pelajar yang tahun ini kembali menorehkan kisah manis sekaligus membanggakan masyarakat Desa Anrang dan sekitarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, lebih dari 1.000 orang hadir menjadi saksi semaraknya kegiatan. Sementara itu, lebih dari 100 peserta dari berbagai gugus depan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai lomba yang menguji kecakapan, kecerdasan, kreativitas, kecekatan, sportivitas, dan kekompakan.
Kegiatan akbar ini digagas dan di prakasrai oleh Pramuka Penggalang MTs Tonrong. Kaluku 5 berdiri kokoh juga karena dukungan banyak unsrus masyarakar. Berbagai komunitas ikut menjadi mitra penting, antara lain TBM Rumah Nalar, Karang Taruna Bina Bangsa, Remaja Masjid, dll. Tidak ketinggalan dukungan para sponsor yang luar biasa seperti Q-Rasa, Al Ahsan, dan mitra lainnya yang turut memastikan kegiatan berjalan dengan meriah dan penuh manfaat.
Rangkaian lomba yang digelar—mulai dari parade semaphore, pionering kreatif, LKBB, cerdas cermat, vocal group, hingga berbagai eksebisi—menjadi ruang aktualisasi bagi para peserta untuk menunjukkan ketangguhan fisik, ketajaman berpikir, dan kekayaan kreativitas mereka. Semua ini berjalan dalam suasana penuh semangat kebersamaan khas Pramuka.
Lebih dari sekadar ajang lomba, Kaluku 5 berhasil mengangkat nama MTs Tonrong dan Desa Anrang, sekaligus memperkuat citra positif Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan yang terus relevan dan menjadi ruang tumbuh generasi muda.
Melalui kerja kolaboratif, dedikasi panitia, dukungan komunitas, dan semangat peserta, Kaluku 5 menjadi bukti bahwa kegiatan kepanduan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, karakter, dan kebanggaan bersama.
Kaluku 5 bukan sekadar kegiatan—ia adalah cerita tentang kerja sama, ketangguhan, dan masa depan generasi muda yang terus berjejak.


