Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang akan kembali menghidupkan semangat belajar bahasa Inggris melalui kegiatan pembelajaran bersama seorang instruktur asal Australia. Program ini tidak hanya melibatkan anggota Karang Taruna, tetapi juga mengajak sejumlah komunitas lokal untuk berkolaborasi, di antaranya Pramuka Keraton, Remaja Masjid Nurul Hidayatullah, dan Rumah Nalar.
Pada tahap awal, perwakilan komunitas telah mengadakan pertemuan dan bincang santai sebagai bentuk perkenalan sekaligus penjajakan kegiatan lanjutan. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka, sesuai dengan arahan instruktur agar proses belajar dimulai dari pendekatan yang sederhana, nyaman, dan kontekstual.
Dalam pengantar awal pembelajaran, instruktur menekankan pentingnya penguasaan dasar-dasar bahasa Inggris yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya, peserta diharapkan mampu memahami dan mempraktikkan ungkapan permohonan maaf (apology), ucapan terima kasih (thank you), meminta tolong (asking for help), serta bentuk-bentuk kesantunan dasar dalam berkomunikasi.
Gagasan kegiatan ini bermula saat instruktur yang tengah menghabiskan masa liburannya di Indonesia berkunjung ke Lombasa, Desa Anrang. Dalam pertemuan tersebut, terbangun diskusi hangat mengenai pentingnya keterbukaan terhadap berbagai bahasa dan budaya sebagai bagian dari kesiapan generasi muda menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Anrang berharap dapat menumbuhkan kebiasaan belajar bahasa asing sebiasa mungkin, sekaligus memperluas wawasan budaya bagi para pemuda dan komunitas desa. Kolaborasi lintas komunitas ini juga menjadi ruang belajar bersama yang inklusif, mempererat jejaring sosial, serta memperkuat peran pemuda dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Desa Anrang.
.jpeg)
